“Sakit.. sakit” Begitu Seline Bernyanyi

DSC_4756

Bercerita tentang anak-anak kita memang tidak akan ada habisnya. Apalagi cerita-cerita yang lucu dan menggelikan. Dan pada suatu hari, saat kami sekeluarga berlibur ke Bandung. Dalam perjalanan, kami berada dalam satu travel dengan seorang anak perempuan yang lucu. Usianya mungkin sekitar 4 atau 5 tahunan. Dia bersama ayahnya saat itu. Anak perempuan ini bernama Love, begitu panggil ayahnya kepadanya. Dan kebanyakan anak perempuan pada umumnya. Love sangat ceriwis dan enerjik. Gaya bicaranya sangat cepat, apalagi saat dia berbicara dalam bahasa inggris. Dan tak di sangka. Di tengah percakapannya dengan ayahnya, tiba-tiba dia melantunkan sebuah lagu dangdut. Aku tidak tahu apa judulnya, namun aku sangat familiar mendengar lagu tersebut. Aku dan Vincent yang duduk tepat di depan mereka hanya bisa tersenyum geli.

Itu sekilas tentang kelucuan anak-anak. Dan ternyata ketika kami berkumpul dengan sahabat-sahabat kami di Bandung, tak lepas juga kami bercerita tentang dunia anak-anak. Saat itu kami dalam perjalanan ke Lembang. Entah awalnya dari mana, obrolan kami saat itu adalah tentang maraknya anak-anak sekarang menirukan atau menyanyikan lagu-lagu dangdut. Termasuk anak-anak kami yang duduk di bangku belakang. Kami orang tuanya tersenyum dan tertawa geli. Sangat seru memang. Dan salah satu lagu yang mereka nyanyikan juga sama dengan lagu yang Love nyanyikan.

Ketika kami sudah pulang kembali ke rumah sahabat kami. Sore hari atau sudah keesokan harinya aku lupa, aku mendekati bidadari kecilku yang sedang duduk manis di ruang tamu. Iseng aku melantunkan sebuah lagu seru tersebut.
‘Sakitnya tu di sini di dalam hatiku.. sakitnya tu di sini di dalam hatiku.. sakit.. sakit ‘ sambil tanganku menunjuk dadaku dan tersenyum pada Seline. Aku tidak menyangka melihat reaksi Seline. Dia tidak hanya tersenyum melainkan tertawa terkekeh-kekeh. Aku mencoba mengulang lagu tersebut dan reaksi Seline tetap sama, tertawa terkekeh-kekeh. Hahaha… Sangat ajaib.

Mungkinkah saat itu Seline memahami obrolan kami orang tuanya tentang lagu dangdut yang sedang hit? Entahlah…

Sampai sekarang kalau aku sedang latah menyanyikan lagu itu, Seline akan tertawa sambil menyanyi. Walaupun lirik yang dia mampu nyanyikan adalah ‘sakit.. sakit..’ hehehe…

Apa yang terjadi pada Seline hanya contoh kecil dari sikap meniru pada anak-anak. Anak-anak kecil sangat cerdas dalam menangkap apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Maka memang sebaiknya, kita sebagai orang tua harus lebih cermat memilih, apa yang lebih positif kita perlihatkan dan kita perdengarkan pada anak-anak kita.

‘Halo’ Versinya Seline

DSC_4560Kata ‘halo’ adalah sapaan khas ala Seline. Selain diriku, suami, dan kakaknya, tetangga depan rumah kami yang sering mendapat sapaan dari Seline. Suaranya lucu sekali saat mengucapkan kata ‘halo’. Bunyi huruf ‘L’ seolah sengaja ditonjolkan, menegaskan bahwa dia sudah bisa menyebutkan kata ‘halo’ dengan benar. Karena sebelumnya dia menyebut kata ‘halo’ dengan ‘hao’ hehehe…

Kadang-kadang orang yang tidak dikenal dan lewat di depan rumah kami, beruntung mendapat sapaan dari Seline. Sering juga tukang sayur langganan kami, dia sapa juga dengan ‘halo’.

Hal ini menyimpulkan bahwa bidadari kecilku ini ternyata sangat ramah dengan siapa pun. Dan yang membuat kami ingin selalu memeluknya adalah ketika dia tak henti-hentinya mencium kami, orang-orang yang disayanginya. Seakan paham bahwa sebuah ciuman adalah simbol atau ungkapan kasih sayang. Dia tahu betul kapan akan melakukan hal itu. Yaitu menempelkan pipinya pada pipi kami.

Kebiasaan menyapa dan mencium, sudah lama Seline lakukan jauh sebelum dia genap berusia 2 tahun, 25 Desember 2014 lalu. Hal-hal yang Seline lakukan ini, mengajarkan dan mengingatkanku bahwa tindakan sekecil apa pun andai itu bisa membuat orang senang bahkan merasa bahagia, maka lakukanlah. Semua itu akan menjadi kebiasaan yang baik. Dan Seline telah melakukannya.

Seline Terkena Cacar Air

DSC_4564Saat itu sekitar bulan oktober 2014, awal virus cacar menyerang Vincent Dyas. Ada seorang tmn yg menyarankan pd kami utk meminta suntikan sofira (klo nggk salah) pd dokter, agar anggota keluarga yg lain jgn sampai tertular. Prioritasku saat itu adalah Seline, agar tak tertular kakaknya. Namun dokter yg memeriksa Vincent tdk menyetujuinya dgn alasan tdk perlu. Walau msh khawatir, aku akhirnya menurut aja apa kata dokter. Dengan bantuan vitamin yg kuberikan, aku berharap Seline akan baik-baik saja. Tapi ternyata, belum genap satu minggu Vincent sembuh, akhirnya Seline tertular juga.

Hampir sama dgn kondisi kakaknya saat terserang, Seline pun tidak mengalami demam tinggi. Sehingga mengurangi kepanikan kami sbg orang tua. Namun berbeda dgn kakaknya, bintik-bintik merah pada wajah dan badan Seline makin lama makin banyak dan ukurannya kecil-kecil. Muka, leher, dan badan Seline penuh dgn bintik-bintik merah tsb. Namun aktivitas bermain dan bercanda msh seperti biasanya. Meski kadang agak rewel karena merasa gatal. Selain obat yg diminum dan salep dari dokter, aku juga taburkan bedak pd tubuhnya utk mengurangi rasa gatal. Tabur menabur bedak membuat Seline sedikit terhibur. Dia bermain-main dgn bedak, sehingga bukan hanya badannya yg terkena bedak namun juga seluruh kasur penuh dengan bedak hehehe…

Menurut banyak orang, jika terkena virus cacar di saat usia msh kecil, maka nantinya tdk banyak meninggalkan bekas. Selain itu, kondisinya jg tdk separah jika terserang saat usia-usia dewasa.
Saat Vincent dan Seline terkena virus cacar ini, papa mrk merasa cemas. Dia merasa belum pernah mengalami. Dan memang benar adanya, ketika bintik-bintik merah berair pd tubuh Seline mengering, suamiku akhirnya tertular juga. Dokter pun sempat heran, kenapa orang dewasa bisa tertular dari seorang anak kecil. Dan memang bisa dipastikan, meskipun orang dewasa pun, jika kondisi badannya tidak fit, maka akan lebih mudah virus menyerang.
So, menjaga daya tahan tubuh kita sangatlah penting.

Seline Luar Biasa

Aku awali cerita ttg bidadari kecilku, Roseline Dyas.

Saat itu, aku sedang membuka facebook Vincent Dyas. Ketika tiba-tiba Seline terjatuh dari tempat tidur. Dia tidak menangis, tetapi cukup membuatku terkejut. Semuanya karena bercanda yg berlebihan antara Seline dgn Vincent kakaknya.

Entah kenapa emosiku lngsng memuncak dan “plakk” , telapak tanganku mendarat dengan keras di paha Vincent jagoanku. Saat itu juga dia menangis sambil memegang pahanya. Sejujurnya aku ingin sekali memeluknya, namun entah kenapa emosi yg ada mengalahkan semuanya. Aku sadar betul, apa yg telah aku lakukan salah dan aku merasa ini bukan semata-mata karena marah terhadap Vincent. Melainkan karena ada hal lain yg ikut memicunya dan itu tak mampu aku kendalikan. Semua bercampur menjadi satu, dan Vincent terkena sasaranku yg keterlaluan itu.

Di tengah ketegangan yg terjadi. Tiba-tiba bidadari kecilku melakukan hal yg membuatku merasa malu, kaget, senang, sekaligus bangga. Seline mengambil sebuah kain bergaris ( kain yg biasa aku gunakan utk mengelap air mata dan ingus saat aku menangis hehe ) di dekatnya. Kemudian dia menghampiri kakaknya yg terbaring masih dgn menangis. Seline menghapus air mata kakaknya dgn kain tersebut dan katanya, “Dah.. (maksudnya sudah).” Lalu dia mencium kakaknya. Dia menghapus air mata kakaknya berulang-ulang, sampai akhirnya Vincent tertawa melihat kelakuan adiknya yg mengagumkan itu.

Benar-benar di luar dugaanku. Anak sekecil itu yg usianya saat itu belum genap 2 tahun, mengerti dan paham tentang menghapus air mata orang yg disayanginya. Mungkinkah dia pernah melihat ketika papanya menghapus air mata saat aku menangis? Entahlah…

Seline imut

Seline imut

1 Januari 2015

DSC_4640Hai tmn2 apa kbr semuanya? Berharap selalu baik ya… Hari ini kita semua menginjak hari, bulan, dan tahun yg baru. Banyak hal, peristiwa, pelajaran yg telah kita dapat di thn sebelumnya. Hal positif, hal negatif, peristiwa positif, peristiwa negatif. Kita tahu semuanya itu kadang kala berjalan beriringan. Menuntut kita utk lebih jeli dan peka. Hal mana yg hrs kita pegang atau peristiwa mana yg bs kita ambil pelajarannya. Di thn ini kita benar2 hrs bs memilah-milah. Apa yg hrs kita lanjutkan di thn ini dan apa yg hrs kita tinggalkan agar kita mampu melangkah ringan utk seterusnya. Semoga di thn ini kita semua diberi kekuatan lebih besar, semangat lebih besar, dan kemauan lebih besar. Agr apa yg kita inginkan, apa yg kita harapkan, apa yg kita cita-citakan dpt terwujud. Selamat berjuang kembali di thn 2015 ini ya tmn2. GBU all🙂

Vincent Jadi Justin Bieber di Youtube

Vincent menjelang usia 3 tahun dia hobi banget joget. Di video ini maunya dia joget jacko tapi dilihat dari gayanya jadi rasa dangdut banget. Asal tahu saja, ini waktu joget dia diiringi oleh musik akapela papanya hehehe…

Nah, karena gerakan Vincent lebih mirip joget dangdut, makanya gak jadi dikasih latar musiknya Jacko. Papanya punya ide untuk dikasih lagu dangdut. Pas banget ketemu lagunya Justin Bieber yang versi dangdut. Ditambah lagi Vincent lagi seneng-senengnya sama Justin Bieber.

Maka jadilah klip video ketiga Vincent di Youtube dengan judul Bieber Dangdut ini. Video yang diupload tanggal 3 Juni 2012 ini lumayan cepet mendapat perhatian. Temen-temen yang ngelihat pasti jadi geli atau ngakak lihat cara dia joget hehehe… Silahkan tonton sendiri deh kalau gak percaya🙂


Little Jacko: Vincent Joget ala Michael Jackson

Ini video kedua Vincent di Youtube. Video ini direkam saat usia Vincent menginjak dua tahun. Memang sejak usia itu dia suka sekali joget ala Michael Jackson. Nggak ada yang ngajarin lho…. dia belajar sendiri dari vcd-vcd yang dibuatkan oleh papanya dari Youtube.

Dalam rekaman video ini Vincent menari ala Jacko dengan baju batik. Menurut beberapa teman yang sudah pernah melihat video ini, mereka pasti geli atau ketawa ngakak melihat tingkah Vincent. Mau lihat aksi si Little Jacko ini? Silahkan klik videonya di bawah ini.

LITTLE JACKO