
Menunggu kelahiran seorang bayi apalagi menyambutnya, melihat langsung bahkan menggendongnya, adalah kebahagiaan yg luar biasa. Tidak hanya kami berdua yg berbahagia. Semuanya tentu ikut berbahagia, orangtua, kakak adik, eyang, saudara, teman2, relasi, tetangga, bahkan orng2 yg tdk kita kenal pun pasti ikut merasakan kebahagiaan kita.
Kira2 satu minggu setelah bayi kami lahir, kami mendapat ucapan selamat dari Mas Mugi Subagyo, salah seorang sahabat (sahabat misua) Bukan sekedar ucapan selamat yg pada umumnya, namun ucapan selamat berupa tulisan yg dirangkai dgn begitu indahnya…
Dan, kami mengalami semua seperti yg telah tertuang dlm tulisan tsb. Mungkin, ibu-ibu sekalian juga merasakan hal yang sama.
Inilah tulisan Mas Mugi:
HARI- HARI BAHAGIA-KELAHIRAN SEORANG BAYI
Buat: Mas Edy Zaqeus
Sama seperti membuka bungkusan kado yang membuat Anda penasaran selama setahun. Dan ternyata isi kado itu jauh lebih membahagiakan, lebih sempurna, lebih ajaib dari yang pernah Anda impikan.
Tentu Anda masih sibuk bekerja, bersosialisasi dengan teman-teman, menulis, mengedit, menerbitkan buku atau melakukan hobi Anda, juga melakukan hal lainnya. Sama seperti yang selalu Anda lakukan.
Kecuali mulai saat ini akan ada prioritas, yang utama.
Sudut terdepan hati Anda, kini ditempati oleh satu hal baru yang menggeser inti kehidupanmu, Ia kini berada dalam gendongan tanganmu, melengkapi konsep hidupmu.
Hidup bersama memberimu teman, persahabatan dan suasana nyaman.
Kini Anda harus belajar mencintai dalam cara yang berbeda. Dunia Anda yang sekarang adalah memberi makan di waktu malam, mengganti popok, isak tangis, kemarahan, makanan yang berserakan, atau rasa takut yang tiba-tiba hadir.
Itu tidaklah sulit.
Ulurkan tanganmu, angkat anak itu. Rasakan takut bersamanya! Tertawalah bersamanya! Sedih bersamanya! Bicaralah dengannya di tengah keheningan. Ia tergeletak di antara tubuhmu.
Saat mandi, ketika bermain, ketika memperhatikan, tiba-tiba Ia tersenyum. Keajaiban ini akan muncul setiap hari. Kata pertama, langkah pertama, semua serba pertama. Sungguh sebuah kehidupan yang sederhana, namun jauh lebih kaya dari yang pernah Anda bayangkan.
Dulu, kalian berteman, sahabat, kekasih.
Kini akhirnya kalian terangkai dalam sebuah keluarga. Tak bisa dipisahkan lagi.
Awalnya, putramu akan menemukan cahaya, lalu menemukan sebentuk wajah. Untuk sementara, hanya itulah satu-satunya wajah yang ada di dunia ini untuknya. Tetapi kemudian Ia menemukan wajah lain, dan yang lain… semua tersenyum menyambutnya.
Kemudian Ia menemukan banyak hal yang indah: Pepohonan, bunga, kucing, cecak pada dinding, dan burung yang menari di udara; motor, mobil, sungai, pasir dan laut. Dan apa saja.
Tapi selalu, apabila malam telah tiba, wajah pertama yang Ia cintai tadi, menutup hari itu dengan ciuman.
Mas Edy Zaqeus,
Anda akan menjadi orangtua apabila:
- Apabila pergi keluar rumah, Anda anggap sama rumitnya seperti melintasi gurun sahara.
- Apabila Anda beranggapan bahwa dunia adalah jebakan maut bagi anak-anak yang tidak hati-hati.
- Apabila tragedi di dunia yang melibatkan anak-anak, bisa mengiris-iris hati Anda.
- Apabila saat putra Anda muntah dalam gendongan dan Anda berkata “Nah.. anginnya sudah keluar kan?”
- Apabila Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar dari mobil.
- Apabila di tengah toko penuh baju, sepatu, bahkan buku.. Anda malah terpaku pada baju kecil, pistol mainan dan boneka beruang.
- Apabila Anda menyadari bahwa Putra Anda membutuhkan Sembilan per sepuluh ruangan pada tempat tidur Anda.
- Apabila wallpaper atau screensaver di laptop, melulu foto sang Bayi dalam berbagai gaya.
Bayi Anda mencintai Anda, Ia suka percakapan Anda, Ia suka ditemani Anda. Terutamadi malam panjang yang menjemukan. Jam tiga pagi? Apa arti waktu bagi seorang “teman”?
Bayi Anda memberikan kembali dunia yang pernah Anda hilangkan, sebuah dunia keajaiban. Cerahnya warna bunga-bunga, percikan kembang api, anehnya air, daun, indahnya kupu-kupu, birunya langit, genitnya bintang. Semuanya terasa baru. Indah! Anda kembali melihat itu semua melalui mata yang tak berdosa.
Tentunya Anda sudah lupa betapa mengkilat dan lembutnya sebuah bola, bagaimana cahaya dipantulkan air, bagaimana kucing menjilati tubuhnya, bagaimana kelinci melompat di rerumputan. Putra Anda mampu membuat semua itu menjadi baru.
Waktu bersama bayi adalah waktu yang singkat dan sangat berharga. Anda akan merasakan baru saja Ia berada di dekapanmu, menumpang di bahumu, merangkak di bawah lututmu, atau tidur sesuka hati.
Kemudian Ia akan berputar seperti ikan kecil, siap untuk pergi. Waktu akan semakin mendekat saat ia berenang di atas lantai, merangkak lalu berjalan. Untuk kemudain berlari ke ujung dunia yang paling jauh. Hanya kata-katanya yang masih terngiang.
“Orangtuaku tercinta, jangan kesal di saat Aku membutuhkan perhatian penuh kalian. Aku kini lebih sibuk dari seluruh kehidupanku. Tumbuh besar dan belajar untuk masa depanku. Dan Aku akan menunjukkan rasa terima kasihku. Setiap hari akan kubawakan hal yang baru, hal yang indah. Sebuah senyuman, suara burung, prestasiku. Aku menjadi bayi hanya sebentar saja. Jalanilah bersama-sama denganku. Sebelum Ayah dan Ibu sadari, Aku akan tumbuh besar dan menghilang.”
Tetapi Anda akan selalu ingat dan akan selalu menunggu. Kalau-kalau Ia membutuhkanmu.
Bayi.
Suatu kehidupan baru yang tercipta dari cintamu.
Selamat menikmati keindahan dan ajaibnya dunia.
Selamat Berbahagia
Mugi Subagyo
“Mugi Subagyo” mugisby@yahoo.co.id
Sun, 5 Aug 2007 18:53:06 -0700 (PDT)