Just for Vincent

Entries categorized as ‘The Gang’

Vincent Bareng Si Kembar

9 Januari 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

vincent-sikembarIni cerita masih seputar tahun baru kemaren. Sepertinya aku dah biasa dgn yg namanya begadang buat nemenin Vincent. Tp pas melek malem saat nungguin tahun berganti, esoknya badan sakit banget lho… apa mungkin sebelumya dah capek jalan2 kali ye hehehe. Jadi pas tgl satunya, kami pd bangun siang.

Pagi itu, eh siang kali, belum jg melek beneran tiba2 pintu pager ada yg ketrek2. Pas aku buka pintu, eh ternyata sepupuku dateng ama anak dan istrinya… duh senengnya, soalnya jarang2 dia ke sini. Semula sepupuku mo ngajak main anak2nya dulu ke Water Boom di Citra Raya, tp berhubung padet bgt jd diputuskan maen dulu ke tmpt Vincent, jd biar nemenin Vincent dulu hehehe. Anak sepupuku cewek dan kembar lagi, mrk dah agak besaran usianya dah hampir 5 tahun. Mrk berdua awalnya malu2, biasa karna baru ketemu, tp klo Vincent sih bukan malu2 tp sok cuek hihihi

Tp nggak berapa lama kemudian mrk bertiga dah bs asyik bermain, ya main boneka, bola, mobil2an jg nonton videonya Vincent, pamer ni ye hehehe… malahan Vincent dah berani menyandarkan kepala di bahu Evi ( kembar yg satunya Eva )hehehe kyak org gede aja tuh Vincent.

Si kembar dan Vincent smpt foto2 juga, tuh mrk foto di motor si kembar…. Seperti trio kwek kwek ya hihihi

Kategori: The Gang

Vincent & Motivator No 1 Indonesia

18 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

vincent-digendong-tante-lenny & om andrie wongso

Ini nyambung dg postingan kemarin ttg seminar Andrie Wongso, yaitu waktu Vincent baru berumur sepuluh minggu dan mendapat kunjungan istimewa dr Pak Andrie Wongso dan Bu Lenny istrinya.

Memang benar ya, bahwa kebahagiaan yg kita rasakan bs dirasakan oleh semua orang. Lahirnya Vincent tdk hanya aku dan misua yg merasakannya, tp jg disambut gembira oleh Pak Andrie Wongso serta Bu Leny istrinya. Aku dan misua sangat surprise, di tengah kesibukan beliau2 ini, mrk mau meluangkan waktu utk nengok Vincent. Saat mrk berkunjung ke rumah, Vincent dah usia kira-kira 2,5 bln.

Waktu itu Pak Andrie dan istri nyampe di rmh sekitar jam 12 siang tp kasihan mrk, soalnya kesasar sgala… karna misua nggak ksh ancer2 yg detail jadi sopir kebablasan sampe ke bundaran 4…

Aduh, aku seneng banget lho bs menjabat tangat Pak Andrie lagi… pas ke rmh, dah jabat tangan yg keempat lho (idih pake diitung sgala sih…hihihi) Yg pertama, waktu seminar di Ubinus (ma misua msh pacaran tuh) Trus kedua, waktu seminar di hotel Novotel… di situ aku sambil jualan buku lho… (bukunya misua plus buku hasil terbitan kami hehe) Dan yg ketiga, pas Pak Andrie seminar bareng ama Aa Gym di Senayan. Klo misua sih udah biasa, soalnya dulu pernah ngantor di tmptnya Pak Andrie (ngebantuin dlm penulisan buku) jd dah saban hari ketemunya. Eh… kok jd ngelantur ya….

Vincent dpt kado banyak deh dr Pak Andrie dan Bu Leny… (makasih banyak) Vincent jg anteng saat digendong Bu Leny dan sesekali tertawa saat Pak Andrie pegang2 tangannya. Oya, Vincent pinter lho (lg nggak pake diapers), nggak ngompol pas lg dipangku Bu Leny. Tp sayang, kira2 jam satu-an, Pak Andrie dan Bu Leny hrs pamit pulang. Anak-anak dah nelponin, karna mmng mrk janjian mo makan siang bareng. Tp untungnya sebelum mrk pulang, kami dah foto2 bareng.

Oya, nih foto Vincent ama Pak Andrie Wongso dan Bu Leny…. Moga2 nanti Vincent juga bisa memotivasi orang seperti Pak Andrie Wongso, Motivator No.1 Indonesia. Luar biasa!!!!

Kategori: The Gang

Reportase Pakde Her di Milis Penulis Bestseller

12 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

tidur-di-kereta-dorong

Vincent di kereta dorong

Aku udah cerita ttg Pakde Her 2x di blog ini. Tapi, ada satu cerita lagi yg tidak boleh ketinggalan. Bukan aku yg nulis, tp Pakde Her sendiri he3x. Ceritanya, usai Vincent lahir, misua SMS ke Pakde Her, kasih kabar aja. Kira-kira seminggu setelah itu, Pakde Her & Bude Aga berkunjung, sambil bawa oleh2 buat Vincent, kereta dorong (wah, ndak bakalan lupa yg ini….).

Tp bukan hanya itu, Pakde Her juga menuliskan hasil kunjungannya ke rumah kami, dan kemudian diposting di milis penulisbestseller, yg diasuh beliau sama misua. ini tulisan wartawan asli hehehe. Ini dia tulisannya:

Senin 29 Juli lalu ada SMS masuk. Dari Edy Zaqeus: “Mas, anakku laki-laki telah lahir tadi malam jam 19, sesar.” Deg, ikut senang saya, karena saya dan istri sering bertemu EZ dan istrinya, mBak Asih, sejak mBak Asih belum hamil. Kami bertemu di berbagai tempat. Kadang di kost-kostan EZ-Asih, kadang di tempat favorit Es Teler-77 Pondok Indah Mall sembari nyeruput es teler dan makan tape goreng hangat, atau kadang di satu rumah ayam goreng di Kebayoran Lama, atau beberapa kali di rumah saya di BSD. EZ-Asih juga pernah nginep di studio kerja saya, “untuk mengenal suasana BSD”. Karena itu kamisaya dan istricukuptahu perkembangan“. Istri saya selalu mengingatkan, “Mbak Asih melahirkan sekitar akhir Juli lho, Mas…”

Tapi kami tidak bisa langsung berkunjung ketika mBak Asih masih di rumah sakit. Alasannya sederhana, Senin ada kerjaan mepet, selasa harus banyak baca sebelum Rabu dan Kamis harus kembali ke Hotel Peninsula untuk mengisi pelatihan Sekolah Penulis Pembelajar (SPP) Batch III. Di acara SPP saya menceritakan perihal EZ dan bayinya pada teman-teman mentor maupun para peserta. Bahkan saya sempat berjanji dengan Mas Andrias Harefa dan RAB untuk ke Citra Raya, menengok si Jagoan Kecil pasangan EZ-Asih Sabtu sore. Tapi ternyata Sabtu saya tidak bisa, karena badan sungguh-sungguh tidak bisa diajak kompromi setelah kegiatan Rabu-Kamis di SPP dan satu wawancara yang amat panjang di hari Jumat.

Minggu pagi saya dan istri akhirnya meluncur ke Citra Raya. Rasanya jarang bisa nyetir dengan tidak terburu-buru, tidak mengejar waktu. Jalanan juga terasa lengang, mulai dari Jalan Raya Serpong, Tol Merak, Jl Raya Serangsemuanya membuat nyaman. Tapi begitu masuk Citra Raya, suasana terasa berbeda sama sekali. Begitu masuk di gerbang yang megah sekaligus indah itu suasana terasa ramai. Begitu banyak sepeda motor lalu lalang, tetapi terasa santai. Rasanya begitu banyak orang sedang jalan-jalan dengan keluarga mereka. Berbeda sekali dengan kunjungan-kunjungan saya ke daerah ini sebelumnya. Ya, daerah ini cukup sering saya kunjungi karena saya pernah menulis satu buku yang menyangkut daerah ini. Saya juga pernah ikut bikin film dokumenter dengan lokasi pengambilan gambar di daerah ini. Tapi rumah EZ belum pernah saya kunjungi.

Sebenarnya sudah lama saya berjanji pada EZ-Asih untuk berkunjung. Maklumlah, ketika pasangan ini sedang berburu rumah, mereka sering berbicara dengan kami untuk bertukar pikiran, bahkan kami sempat menemani mereka berburu di sekitar BSD dan Pamulang. Pernah EZ hampir mencapai kesepakatan untuk ambil rumah di daerah Pamulang, tetapi gagal karenakeduluan orang hanya dalam beberapa menit.” Dan akhirnya pasangan ini mendapatkan rumah di Citra Raya, satu perumahan di daerah Balaraja (maksudnya Cikupa-Asih) Tangerang yang dikembangkan Grup Ciputra. Awal tahun 90-an saya sempat melirik kawasan ini karena konsepnya yang “nyeni banget“. Bayangkan, di berbagai sudut kawasan ini ada begitu banyak patung yang mengingatkan saya pada lukisan Hendra Gunawan. Tapi waktu itu nggak kebeli, hehe.

Petunjuk yang diberikan oleh EZ jelas sekali: dari gerbang Citra Raya masuk, bundaran ketiga belok kanan. Begitu ketemu bundaran kecil, belok kanan lagi. Sekitar 50 meter ada pos satpam di kiri jalan, masuk di sana. Rumahnya di sebelah kiri jalan, rumah ketiga sebelum mentok. Semuanya sejelas petunjuk yang diberikan, sehingga kami sama sekali tidak pernah bertanya di jalan. Bahkan dari jarak sekian rumah sebelumnya saya langsung tahu, “oh itu rumahnya“. Saya pernah dapat kiriman fotonya tak lama setelah EZ deal untuk membeli rumah itu.

Benar. Begitu saya memarkir mobil, Mbak Asih keluar dengan menggendong bayi mungilnya. Ah, jadi seorang ibu dia. Wajahnya sumringah, yang bagi kami terasa sebagai ucapan selamat datang yang tulus sekaligus proklamasi, “I’m a new happy mother.” Ah ini dia. Pasangan EZ-Asih yang bahagia, dengan rumah barunya, dengan jagoan mungil buah cinta mereka berdua. “Namanya Vincent Diaz,” (Dyas-Asih) kata mbak Asih ketika istri saya menanyakan nama sang bayi. Bayi yang mungil, bermuka merah, dengan rambut yang ikal. Dia dibedung dengan selimut bayi warna biru muda. Bayi yang tenang, tak pernah menangis selama kami di sana.

Mas Edy lagi mandi,” kata Mbak Asih lagi. Maka kamiberwisatadi rumah baru itu, mulai dari depan sampai belakang. Dulu bagian belakang ini tertutup atap, jadi gelap. Terus saya minta atapnya diganti fiber, supaya terang,” Mbak Asih berubah menjadi pramuwisata yang baik, menjelaskan tanpa ditanya. Rumah pasangan ini memang terasa nyaman. Pencahayaan alamiahnya maksimal dengan jendela kaca dan dua atap fiber di bagian belakang. Warna cat terang membuat ruangan jadi semakin lega. Dan, ini dia yang khas EZ: meja tamunya berpermukaan kaca bening, dirancang seperti etalase. Anda pasti bisa menebak apa yang dipajang: buku-buku karya EZ maupun buku karya orang lain yang diterbitkannya.

Tak lama kemudian EZ selesai mandi. Wajahnya tak kalah cerah dari Mbak Asih. Tangannya juga begitu luwes menggendong dan menimang jagoan kecil-nya. “Mau lihat foto-foto kelahirannya?” EZ langsung membuka laptop, dan kami langsung menonton dokumentasi foto seluruh proses, mulai dari beberapa menit sebelum Mbak Asih berangkat ke rumah sakit, proses persalinan, penyedotan cairan dari mulut dan hidung Vincent… sampai foto yang sangat lucu: Vincent dibedung dengan kain sarung bapaknya, kotak-kotak warna hijau. Kehabisan selimutsemuanya basah,” kata EZ. Bagi saya, itu simbol kehangatan yang diberikan sang ayah, yang dengan nyaman dinikmati oleh sang bayi.

Her Suharyanto

Kategori: The Gang

Ucapan Selamat yg Indah dari Seorang Sahabat

11 Desember 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

mas-mugi-subagyoMenunggu kelahiran seorang bayi apalagi menyambutnya, melihat langsung bahkan menggendongnya, adalah kebahagiaan yg luar biasa. Tidak hanya kami berdua yg berbahagia. Semuanya tentu ikut berbahagia, orangtua, kakak adik, eyang, saudara, teman2, relasi, tetangga, bahkan orng2 yg tdk kita kenal pun pasti ikut merasakan kebahagiaan kita.

Kira2 satu minggu setelah bayi kami lahir, kami mendapat ucapan selamat dari Mas Mugi Subagyo, salah seorang sahabat (sahabat misua) Bukan sekedar ucapan selamat yg pada umumnya, namun ucapan selamat berupa tulisan yg dirangkai dgn begitu indahnya…

Dan, kami mengalami semua seperti yg telah tertuang dlm tulisan tsb. Mungkin, ibu-ibu sekalian juga merasakan hal yang sama.

Inilah tulisan Mas Mugi:

HARI- HARI BAHAGIA-KELAHIRAN SEORANG BAYI

Buat: Mas Edy Zaqeus

Sama seperti membuka bungkusan kado yang membuat Anda penasaran selama setahun. Dan ternyata isi kado itu jauh lebih membahagiakan, lebih sempurna, lebih ajaib dari yang pernah Anda impikan.

Tentu Anda masih sibuk bekerja, bersosialisasi dengan teman-teman, menulis, mengedit, menerbitkan buku atau melakukan hobi Anda, juga melakukan hal lainnya. Sama seperti yang selalu Anda lakukan.

Kecuali mulai saat ini akan ada prioritas, yang utama.

Sudut terdepan hati Anda, kini ditempati oleh satu hal baru yang menggeser inti kehidupanmu, Ia kini berada dalam gendongan tanganmu, melengkapi konsep hidupmu.

Hidup bersama memberimu teman, persahabatan dan suasana nyaman.

Kini Anda harus belajar mencintai dalam cara yang berbeda. Dunia Anda yang sekarang adalah memberi makan di waktu malam, mengganti popok, isak tangis, kemarahan, makanan yang berserakan, atau rasa takut yang tiba-tiba hadir.

Itu tidaklah sulit.

Ulurkan tanganmu, angkat anak itu. Rasakan takut bersamanya! Tertawalah bersamanya! Sedih bersamanya! Bicaralah dengannya di tengah keheningan. Ia tergeletak di antara tubuhmu.

Saat mandi, ketika bermain, ketika memperhatikan, tiba-tiba Ia tersenyum. Keajaiban ini akan muncul setiap hari. Kata pertama, langkah pertama, semua serba pertama. Sungguh sebuah kehidupan yang sederhana, namun jauh lebih kaya dari yang pernah Anda bayangkan.

Dulu, kalian berteman, sahabat, kekasih.

Kini akhirnya kalian terangkai dalam sebuah keluarga. Tak bisa dipisahkan lagi.

Awalnya, putramu akan menemukan cahaya, lalu menemukan sebentuk wajah. Untuk sementara, hanya itulah satu-satunya wajah yang ada di dunia ini untuknya. Tetapi kemudian Ia menemukan wajah lain, dan yang lain… semua tersenyum menyambutnya.

Kemudian Ia menemukan banyak hal yang indah: Pepohonan, bunga, kucing, cecak pada dinding, dan burung yang menari di udara; motor, mobil, sungai, pasir dan laut. Dan apa saja.

Tapi selalu, apabila malam telah tiba, wajah pertama yang Ia cintai tadi, menutup hari itu dengan ciuman.

Mas Edy Zaqeus,

Anda akan menjadi orangtua apabila:

  1. Apabila pergi keluar rumah, Anda anggap sama rumitnya seperti melintasi gurun sahara.
  2. Apabila Anda beranggapan bahwa dunia adalah jebakan maut bagi anak-anak yang tidak hati-hati.
  3. Apabila tragedi di dunia yang melibatkan anak-anak, bisa mengiris-iris hati Anda.
  4. Apabila saat putra Anda muntah dalam gendongan dan Anda berkata “Nah.. anginnya sudah keluar kan?”
  5. Apabila Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar dari mobil.
  6. Apabila di tengah toko penuh baju, sepatu, bahkan buku.. Anda malah terpaku pada baju kecil, pistol mainan dan boneka beruang.
  7. Apabila Anda menyadari bahwa Putra Anda membutuhkan Sembilan per sepuluh ruangan pada tempat tidur Anda.
  8. Apabila wallpaper atau screensaver di laptop, melulu foto sang Bayi dalam berbagai gaya.

Bayi Anda mencintai Anda, Ia suka percakapan Anda, Ia suka ditemani Anda. Terutamadi malam panjang yang menjemukan. Jam tiga pagi? Apa arti waktu bagi seorang “teman”?

Bayi Anda memberikan kembali dunia yang pernah Anda hilangkan, sebuah dunia keajaiban. Cerahnya warna bunga-bunga, percikan kembang api, anehnya air, daun, indahnya kupu-kupu, birunya langit, genitnya bintang. Semuanya terasa baru. Indah! Anda kembali melihat itu semua melalui mata yang tak berdosa.

Tentunya Anda sudah lupa betapa mengkilat dan lembutnya sebuah bola, bagaimana cahaya dipantulkan air, bagaimana kucing menjilati tubuhnya, bagaimana kelinci melompat di rerumputan. Putra Anda mampu membuat semua itu menjadi baru.

Waktu bersama bayi adalah waktu yang singkat dan sangat berharga. Anda akan merasakan baru saja Ia berada di dekapanmu, menumpang di bahumu, merangkak di bawah lututmu, atau tidur sesuka hati.

Kemudian Ia akan berputar seperti ikan kecil, siap untuk pergi. Waktu akan semakin mendekat saat ia berenang di atas lantai, merangkak lalu berjalan. Untuk kemudain berlari ke ujung dunia yang paling jauh. Hanya kata-katanya yang masih terngiang.

“Orangtuaku tercinta, jangan kesal di saat Aku membutuhkan perhatian penuh kalian. Aku kini lebih sibuk dari seluruh kehidupanku. Tumbuh besar dan belajar untuk masa depanku. Dan Aku akan menunjukkan rasa terima kasihku. Setiap hari akan kubawakan hal yang baru, hal yang indah. Sebuah senyuman, suara burung, prestasiku. Aku menjadi bayi hanya sebentar saja. Jalanilah bersama-sama denganku. Sebelum Ayah dan Ibu sadari, Aku akan tumbuh besar dan menghilang.”

Tetapi Anda akan selalu ingat dan akan selalu menunggu. Kalau-kalau Ia membutuhkanmu.

Bayi.

Suatu kehidupan baru yang tercipta dari cintamu.

Selamat menikmati keindahan dan ajaibnya dunia.

Selamat Berbahagia

Mugi Subagyo

“Mugi Subagyo” mugisby@yahoo.co.id

Sun, 5 Aug 2007 18:53:06 -0700 (PDT)

Kategori: The Gang

Pakde Her dan Bude Aga

23 November 2008 · & Komentar

bude-aga-pakde-her-vincentKlo ngomongin mrk aku jadi inget pas lg hamilnya Vincent, muter2 naik Karimunnya mrk hehehe. Saat itu klo nggak salah aku lagi telat 2 minggu, jd Mas Her nyetirnya pelan2 tuh hihihi. Aku dan misua lg ngebet cari rmh critanya, Mas Her dan Mbak Aga inilah yg setia menemani kami utk survei rumah di sekitar Tangerang. Mrk sangat baik, mau meluangkan waktu utk mengantar kami berkeliling, sampe dua kali lagi.

Tp rmh2 yg kami lihat bersama mrk rupanya blom berjodoh sama kami. Sedangkan mrk jg sempat menawarkan salah satu rmhnya (yg banyak memorinya itu) pd kami klo kami tertarik (mgk krn memorinya itu, hanya kami doang yg ditawarin, krn misua mmg sempet demen skl sama rmh & nama jalannya). Mrk tinggal di BSD, aku dan misua jg pernah nginep di rmh mrk… critanya mo adaptasi hihihi… Tp berhubung duit kami nggak cukup… nggak jadi deh beli rmh mrk hehehe

Akhirnya setelah bbrp bulan nyari rmh–tepatnya bulan Februari 2007– ketemuan deh ama Citra Raya. Bulan Maret kami pindah dari Kebon Jeruk ke Citra Raya, 4 bulan kemudian lahirlah Vincent Dyas oek…oek…oek….

Pas Vincent lahir mrk ksh kado ke Vincent kereta dorong (makacih lg Mbak Aga, Mas Her…). Kereta dorongnya jg setia nemenin Vincent jalan2 pagi or sore. selain itu kereta dorong itu jg berfungsi menghantarkan Vincent klo mo bobo.

Oya, Mas Her itu sudah dianggap sbg kakak sendiri dan guru oleh suamiku. Suamiku byk menimba ilmu dari dia dlm bidang penerbitan. Bersama Mas Her jg lah suamiku sering bikin workshop penulisan (ntar 17-18 desember ngadain lagi tuh, promosi titipan nih).

Trus Mbak Aga ‘n Mas Her selalu nanyain kabarnya Vincent. Tanya perkembangannya. Memang sdh spt Budenya vincent beneran. Sayangnya, sejak Vincent lahir, kami blm pernah lg maen ke rumah mrk di BSD. Moga2 nanti sgr bisa maen lg Bude n Pakde. Selamat bekerja.…

Kategori: The Gang